Riwayat Hidup Chairul Tanjung
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
salah satu faktor yang menyebabkan sebuah negara
menjadi maju adalah ketika jumlah wirausahawan yang terdapat di negara tersebut
berjumlah 2% dari populasi penduduknya. Saat ini, jumlah wirausaha yang
terdapat di Indonesia mencapai 400 ribu jiwa atau kurang dari 1% populasi
penduduk Indonesia yang berkisar 200 juta jiwa. Kondisi ini sangat berbanding
terbalik dengan yang terjadi di Amerika Serikat misalnya yang memiliki jumlah
wirausaha sebesar 11,5% dari populasi penduduknya atau negara tetangga yaitu
Singapura dengan 7,2% warganya bekerja sebagari wirausaha. Efeknya tidak
mengherankan bila kedua negara tersebut menjadi salah satu negara dengan
perkembangan ekonomi termaju di dunia. Jika melihat jumlah kebutuhan wirausaha.
Tidak ada bangsa yang sejahtera dan dihargai bangsa lain tanpa kemajuan
ekonomi.Kemajuan ekonomi akan dapat dicapai jika ada spirit kewirausahaan, yang
kuat dari wargabangsanya. China adalah contoh konkret dan paling dekat. Setelah
menggelar pesta akbarOlimpiade 2008 yang mencengangkan banyak orang beberapa
waktu lalu, mereka kembalimembuat dunia berdecak dengan kesuksesan astronotnya
berjalan-jalan di angkasa luar.Dan kini, dunia menantikan China turun tangan
membantu mengatasi krisis keuanganglobal (McClelland,
2000).
Istilah
kewirausahaan, pada dasarnya berasal dari terjemahan entrepreneur, yang dalam
bahasa Inggris di kenal dengan between taker atau go between. Pada abad
pertengahan istilah entrepreneur digunakan untuk menggambarkan seseorang actor
yang memimpin proyek produksi, Konsep wirausaha secara lengkap dikemukakan oleh
Josep Schumpeter, yaitu sebagai orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada
dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk
organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Orang tersebut melakukan
kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru atau pun yang telah ada. Dalam
definisi tersebut ditekankan bahwa wirausaha adalah orang yang melihat adanya
peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang
tersebut. Sedangkan proses kewirausahaan adalah meliputi semua kegiatan fungsi
dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu
organisasi (Drucker, 2002).
Dari
sisi pembentukan karakter seorang wirausaha/enterpreneur, perguruan tinggi
sudah seharusnya menciptakan atmosfer yang dapat mendorong sikap mandiri bagi
sivitas akademika. Hal ini dapat dicapai melalui; 1) Mengembangkan dan
membiasakan unjuk kerja yang mengedepakan ide kreatif dalam berpikir dan sikap
mandiri bagi mahasiswa dalam proses pembelajaran (menekankan model latihan,
tugas mandiri, problem solving, cara mengambil keputusan, menemukan peluang,
dst), 2) Menanamkan sikap dan perilaku jujur dalam komunikasi dan bertindak
dalam setiap kegiatan pengembangan, pendidikan, dan pembelajaran sebagai modal
dasar dalam membangun mental entrepreneur pada diri mahasiswa, 3) Para praktisi
pendidikan juga perlu sharing dan memberi support atas komitmen pendidikan
mental entrepreneurship ini kepada lembaga-lembaga terkait dengan pelayanan
bidang usaha yang muncul di masyarakat agar benar-benar berfungsi dan
benarbenar menyiapkan kebijakan untuk mempermudah dan melayani masyarakat
(Syaefuddin, 2003).
Chairul Tanjung, Nama ini mungkin sudah tidak asing
lagi di telinga anda. beliau adalah salah satu pengusaha sukses kebanggaan
Indonesia. Beberapa perusahaan besar dan terkenal yang beliau miliki saat ini
diantaranya Bank Mega, Detikcom, TRANS TV, TRANS7, TRANS STUDIO (Bandung dan
Makassar), BSM ( Bandung Super Mall), Carrefour, dan masih banyak lagi
perusahaan-perusahaan lain yang berada di bawah pimpinannya.
1.2.
Rumusan Masalah
- Bagaimana
Riwayat Hidup Chairul Tanjung ?
- Prestasi
Yang Dicapai Chairul Tanjung?
- Tantangan
Yang Dialami Chairul Tanjung?
- Bagaiman
Kiat-kiat sukses Chairul Tanjung?
1.3.
Tujuan
- Untuk
mengetahui latar belakang Chairul Tanjung.
- Untuk
menjadikan Chairul Tanjung sebagai motivator.
- Untuk
Mengetahui Perjuangan Seorang Chairul Tanjung
- Untuk
mengetahui prestasi seorang Chairul Tanjung.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1Riwayat Hidup Chairul Tanjung
Chairul
Tanjung lahir tanggal 16 Juni 1962 di Jakarta, dalam keluarga yang sederhana.
Ayahnya adalah A.G. Tanjung beliau seorang wartawan zaman orde lama yang
menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Chairul berada dalam keluarga bersama
enam saudara lainya. Ketika Tiba di zaman Orde Baru, usaha ayahnya dipaksa
tutup karena berseberangan secara politik dengan penguasa saat itu. Keadaan
tersebut memaksa orangtuanya menjual rumah dan berpindah tinggal di kamar
losmen yang sempit.
Setelah
itu beliaupun bersekolah di SD Van Lith Jakarta dan lulus pada tahun 1975.
Beliaupun melanjutkan ke SMP Van Lith Jakarta yang satu atap dengan SD’nya
terdahulu dan akhirnya lulus pada tahun 1978. Beliau melanjutkan ke SMA Negeri
1 Budi Utomo yang berada di Jakarta dan akhirnya Lulus pada tahun 1981. Selepas
menyelesaikan sekolahnya di SMA Boedi Oetomo pada 1981, Chairul masuk Jurusan
Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Demi melanjutkan ke bangku perkuliahaan,
Ibunya rela menjual kain halusnya untuk biaya tersebut. Ketika kuliah inilah ia
mulai masuk dunia bisnis. Dan ketika kuliah juga, ia mendapat penghargaan
sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985.Kegiatan disamping
pendidikan diatas yang dijalaninya ialah sebagai Anggota Komite Penasihat
Prakarsa Jakarta yaitu Restrukturisasi Perusahaan, Delegasi Indonesia untuk
Asia-Europe Business Forum, Anggota Pacific Basin Economic Council, Pengurus
Yayasan Kesenian Jakarta, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis
Seluruh Indonesia, Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia, dan Ketua
Yayasan Indonesia Forum.
2.2 Prestasi Yang Dicapai Chairul Tanjung
Chairul pernah
mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya pada 1987. Bermodal
awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk
ekspor. Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung
mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi, karena
perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul memilih pisah dan mendirikan
usaha sendiri. Kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai
pengusaha membuat bisnisnya semakin berkembang. Mengarahkan usahanya ke
konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti: keuangan,
properti, dan multimedia. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman
yang kini bernama Bank Mega.
Di bawah grup Para, Chairul Tanjung
memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial antara lain Asuransi Umum
Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega Tbk, Mega Capital
Indonesia, Bank Mega Syariah dan Mega Finance. Sementara di bidang properti dan
investasi, perusahaan tersebut membawahi Para Bandung propertindo, Para Bali
Propertindo, Batam Indah Investindo, Mega Indah Propertindo. Dan di bidang
penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki Trans TV, Trans 7, Maha gaya
Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio. Khusus di bisnis
properti, Para Group memiliki Bandung Supermall. Mal seluas 3 hektar ini
menghabiskan dana 99 miliar rupiah. Para Group meluncurkan Bandung Supermall
sebagai Central Business District pada 1999.Sementara di bidang investasi, Pada
awal 2010, Para Group melalui anak perusahaannya, Trans Corp.
Seperti diketahui, Chairul Tanjung
melalui kelompok usahanya yaitu Para Group mengakuisisi 40% saham PT Carrefour
Indonesia senilai lebih dari Rp 3 triliun. Akuisisi itu dilakukan Trans
Corp melalui PT Trans Ritel, sebuah anak perusahaan
Trans Corp. Setelah akuisisi oleh Trans Corp ini, maka komposisi
pemegang saham PT Carrefour Indonesia adalah Trans Ritel (40%), Carrefour SA
39%, Carrefour Netherland BV9,5%, dan Onesia BV 11,5%.
2.3 Tantangan
Yang Dialami Chairul Tanjung
Kesulitan biaya kuliah membuatnya harus
kreatif mencari dana untuk meneruskan sekolahnya. Pria kelahiran Jakarta, 18
Juni 1962 ini pun lantas memulai bisnis kecil-kecilan . Mulai dari berjualan
buku kuliah stensilan, kaos, sepatu, dan aneka barang lain di kampus dan kepada
teman-temannya. Dari modal usaha itu, ia berhasil membuka sebuah toko peralatan
kedokteran dan laboratorium di daerah Senen Raya, Jakarta. Sayang, karena sifat
sosialnya yang sering memberi fasilitas kepada rekan kuliah, serta sering
mentraktir teman-temannya, usaha tersebut bangkrut.Meski mengalami pahitnya
kala bangkrut, menjadi entrepreneur telah menjadi jalan hidupnya.Chairul justru
langsung mencoba usaha lain, kali ini di bidang kontraktor. Meski juga kurang
berhasil, ia merasa mendapat pelajaran banyak hal dari bisnis-bisnis yang
pernah ditanganinya. Dari bekal pengetahuan itu, ia memberanikan mendirikan CV
pertamanya pada tahun 1984 dan menjadikannya PT pada tahun 1987. Dari PT
bernama Pariarti Shindutama itu, ia berkongsi dengan dua rekannya mendirikan
pabrik sepatu. Kepiawaiannya menjaring hubungan bisnis langsung membuat sepatu
produksinya mendapat pesanan sebanyak 160 ribu pasang dari pengusaha Italia.
Dari kesuksesan ini, bisnisnya merambah ke industri genting, sandal, dan
properti. Namun, di tengah kesuksesan itu, rupanya ia mengalami perbedaan visi
dengan kedua rekannya.
Maka, ia
pun memilih menjalankan sendiri usahanya.Ternyata, ia justru bisa makin
berkembang dengan berbagai usahanya. Ia pun lantas memfokuskan usahanya ke tiga
bisnis inti, yakni: keuangan, properti, dan multimedia. Melalui tangan dinginnya, ia mengakuisisi sebuah bank kecil yang nyaris
bangkrut, Bank Tugu. Keputusan yang dianggap kontoversial saat itu oleh
orang dekatnya. Namun, pengalaman bangkit dari kegagalan rupanya mengajarkannya
banyak hal. Ia justru berhasil mengangkat bank itu, setelah mengubah namanya
menjadi Bank Mega.
2.4 Kiat-kiat sukses Chairul Tanjung
Chairul Tanjung kerap berbagi kiat suksesnya yang menginspirasi
banyak orang. Jika Anda ingin menjadi sukses seperti Chairul Tanjung, Anda
dapat mengubah pola pikir Anda dan menjalankan kiat yang dibagikan Chairul
Tanjung pada kita. Adapun kiat tersebut yang pertama adalah berani bermimpi
besar dan jangan takut untuk menggapainya, karena mimpi Anda dapat Anda
wujudkan menjadi nyata. Yang kedua adalah kerja keras, kerja cerdas, serta
kerja ikhlas, dengan demikian, Anda akan menjadi pribadi yang baik.
Perfeksionis juga dibutuhkan, karena pekerjaan yang sempurna selalu akan
menghasilkan hal yang lebih. Jangan malas, karena sukses merupakan hak setiap
orang. Anda tidak perlu ragu untuk berbuat baik dan berteman dengan banyak
orang, karena hal tersebut dapat membuat pikiran Anda menjadi terbuka dan usaha
Anda dapat berjalan dengan lebih baik. Jangan lupa untuk terus melihat ke depan
dan jangan ragu untuk melangkah.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kesuksesan
seseorang wirausahawan yang pertama
adalah berani bermimpi besar dan jangan takut untuk menggapainya, karena mimpi
Anda dapat Anda wujudkan menjadi nyata. Yang kedua adalah kerja keras, kerja
cerdas, serta kerja ikhlas, dengan demikian, Anda akan menjadi pribadi yang
baik. Perfeksionis juga dibutuhkan, karena pekerjaan yang sempurna selalu akan
menghasilkan hal yang lebih. Jangan malas, karena sukses merupakan hak setiap
orang. Anda tidak perlu ragu untuk berbuat baik dan berteman dengan banyak
orang, karena hal tersebut dapat membuat pikiran Anda menjadi terbuka dan usaha
Anda dapat berjalan dengan lebih baik. Jangan lupa untuk terus melihat ke depan
dan jangan ragu untuk melangkah, dan berani gagal.
DAFTAR
PUSTAKA
Drucker.
2002.Going Deep: Menjelajahi
Kedalaman Spiritualitas dalam Hidup dan
Kepemimpinan.Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.
http://www.andriewongso.com. Chairul
Tanjung.(diakses 27 juni 2018)
http://www.beritajatim.com. Chairul Tanjung; Dari
Bisnis Kaos ke Raja Media.(diakses 27
juni 2018)
http://www.detikfinance.com. Alasan Chairul
Tanjung Beli Carrefour. (diakses 27 juni
2018)
McClelland.
2000. The Brand You 50 (50 Cara
Mengubah Merek Diri Anda). Jakarta:
Prestasi Pustaka.
Syaefuddin.2003. Competitive Strategy. New York: The Free
Press.
Komentar
Posting Komentar